ads

Slider[Style1]


ads

Berita

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tsunami Teluk Sunda Memanggil


Bencana alam dan segala sesuatu yang terjadi di muka bumi adalah ketentuan Allooh subhaanahu wata'aala, baik dihadapi dengan persiapan terlebih dengan persiapan pastinya tidak dapat dihindari dan hanya saja dapat diantisipasi.

Bencana Tsunami Teluk Sunda yang terjadi di penghujung tahun tepatnya pada tanggal 22 Desember 2018, menjadi perhatian khususnya GEMMA PTDI, dengan merespon dengan melakukan penggalangan bantuan kepedulian dan melakukan aksi kemanusian ke beberapa titik lokasi di wilayah pesisir provinsi Banten.

GEMMA PTDI membentuk tim yang diberi nama Relawan GEMMA PTDI Peduli Banten, dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki tim melakukan pekerjaan yang dapat membantu korban dan penyitas tsunami Banten.


Dalam aksi kemanusiaan di Banten, GEMMA PTDI mendirikan posko di beberapa spot area bencana; Ciparay, Cinangka, Kertajaya, Cigorondong dan Cisiih.

Selain pendirian posko GEMMA PTDI Peduli Banten atas dukungan yang bersumber dari jama'ah dan beberapa elemen juga mendirikan dapur umum, mendirikan tenda pengungsi penyintas tsunami, menyediakan kebutuhan harian (pakaian, popok anak, peralatan mandi), menyediakan kebutuhan medis, turut dalam upaya pencarian dan evakuasi jenazah korban tsunami, dan sampai saat ini sedang mendirikan Shelter Hunian Sementara, fasilitas ibadah serta fasilitas MCK.









Mahasiswa ITS Ciptakan Baterai dari Tomat


SURABAYA - Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yakni Febrilia Agar Pramesti, Abduh Muharram Chairacita, dan Putri Augista Nur Azizah, menciptakan baterai gel memanfaatkan sari buah tomat sebagai pengganti zat kimia berbahaya pada baterai.
Pengarah dari karya inovasi tersebut, Randy Yusuf Kurniawan, mengatakan dalam komposisinya, baterai memiliki elektrolit (zat kimia) yang berbahaya bagi lingkungan, seperti lithium dan timbal. Terlebih, jika zat tersebut bereaksi akan menimbulkan ledakan dan keracunan pada tubuh.
"Buah tomat berasa asam tersebut diukur keasamannya melalui kadar vitamin C dan menghasilkan 10-40 miligram vitamin C per 100 gram tomat. Tomat yang menjadi bahan uji adalah tomat mentah sampai masak dengan mengambil sari tomat terlebih dahulu dengan cara dijus kemudian diuji," katanya.
Dia menjelaskan, asam sebagai sumber proton, ketika bereaksi dengan elektroda menghasilkan elektron yang mengalir ke sirkuit luar sehingga terjadi aliran listrik.
"Tetapi, sari tomat tersebut masih berbentuk cairan, di mana elektrolit yang berupa cairan menghasilkan tegangan listrik yang kecil," ujarnya.
Alhasil sebelum dirangkai menjadi baterai, sari tomat ditambahkan biopolimer berupa agarose untuk menjadi elektrolit berbentuk gel. Penambahan agarose mampu meningkatkan densitas atau kerapatan elektrolit.
"Rapatnya elektrolit membuat nilai tegangan listik menjadi tinggi," ujar mahasiswa pascasarjana ITS asal Surabaya itu seperti dikutip dari inilah.
Sementara itu, ketua tim kelompok itu, Febrilia Agar Pramesti mengatakan tegangan listrik yang dihasilkan dan diperoleh yakni 1 volt dengan memberikan perlakuan melalui perbandingan volume sari tomat dan agarose encer sebesar 1:2. Sedangkan untuk agarose encer sendiri dibuat dengan melarutkan biopolimer agarose ke dalam air dengan perbandingan volume 1:3.
"Nilai tegangan 1 volt yang dihasilkan itu hanya dalam skala kecil. Bisa jadi jika dilakukan scale up atau pembesaran skala volume, tegangan listrik pada baterai gel ini akan lebih besar," katanya.
Baterai gel dari buah tomat ini juga dinilai tim mampu menghasilkan tegangan dan arus yang sangat stabil.
"Kami menjalankan baterai selama 30 menit, tegangannya menjadi 0,985 volt, hanya selisih 0,015 volt saja, selisih ini sangat sulit diperoleh pada penelitian baterai umumnya," ujar Febri.
Melalui inovasi ini pun, tim berharap baterai gel dari buah tomat ini bisa digunakan oleh masyarakat sebagai baterai yang ramah lingkungan, serta mampu mengantarkan timnya untuk lolos bertarung di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 yang bakal digelar pada Agustus mendatang di Yogyakarta.
⇧
Top