ads

Slider[Style1]


ads

Berita

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Salah Tempat Bagi Feminisme


Tiap April kita disuguhi barisan cewek dandan. Dari anak TK sampai nenek-nenek dandan menor pakai kebaya tampil di muka umum. Tiap April selalu hangat diobrolin sosok R.A. Kartini. Makin ke sini kayaknya makin besar kritisisme masyarakat. Apa Kartini emang sosok yang paling tepat sebagai ikon wanita Indonesia, atau sebenarnya ada yang lebih layak darinya?

Pengungkapan sosok Kartini selalu dikaitkan dengan opini kalo perempuan Indonesia zaman dulu diposisikan rendah. Bukti sejarah yang ditampilkan adalah surat-surat Kartini kepada dua perempuan Belanda yang jadi teman curhatnya. Surat-surat itu dikumpulkan dan dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, dan jadi terkenal banget.

Remaja Muslim nggak selayaknya menelan mentah-mentah opini itu. Di sini kita bakal mencoba menguak sejarah Muslimah Indonesia zaman dulu.

Kebudayaan adalah hasil kreasi manusia yang dipengaruhi oleh ideologi dan agama. Hasil penelusuran sejarah menunjukkan kalo kebudayaan di Indonesia sejak masuknya Islam sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Islam jelas banget nggak menganggap wanita sebagai makhluk yang hina. Menurut Islam, laki-laki dan perempuan itu setara. Yang membedakan kemuliaan manusia bukanlah jenis kelamin, melainkan ketaqwaannya.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antaramu di sisi Allooh adalah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allooh Maha Mengetahui, Mahateliti.” (al-Hujuraat: 13).

Terhadap laki-laki dan perempuan, Islam cuma membedakan secara proporsional sesuai fitrahnya. Ngasih hak dan kewajiban  seadil-adilnya.

So, kalo Islam mengajarkan demikian, budaya bangsa Indonesia tentu juga sejalan. Keliru kalo ada anggapan, pada zaman dulu wanita Indonesia direndahkan.

Sejarah membuktikan, di zaman Kartini hidup, di Sumatra ada sosok wanita pejuang pendidikan bernama Rohana Kudus. Muslimah ini mulanya gencar melawan penjajahan lewat surat kabar yang dipimpinnya. Karena perlawanan itu, surat kabarnya dibreidel sama Belanda. Tapi ia nggak menyerah, ia melanjutkan perjuangan dengan mendirikan sekolah. Sekolahnya lebih besar daripada milik Kartini yang didengung-dengungkan.

Jauh sebelum itu, pada abad ke-16, istri Sultan Iskandar Muda II diangkat jadi ratu. Kisahnya, waktu itu Sultan wafat, sementara ia nggak punya anak. Musyawarah menyimpulkan kalo nggak ada sosok lain yang lebih mumpuni untuk menggantikan Sultan selain sang istri. So, diangkatlah Shafiyatuddin, istrinya. Pengangkatan wanita jadi kepala pemerintahan saat itu udah melalui ijtihad ulama. Ulama besar waktu itu adalah ar-Raniri.

Saat memerintah, Shafiyatuddin punya angkatan bersenjata wanita yang beranggotakan para janda. Panglima besarnya juga wanita, Panglima Malahayati.

Sementara, pada abad yang sama, perempuan Eropa berada dalam posisi terhina. Gaji jauh lebih rendah daripada laki-laki, dan mereka nggak boleh pegang jabatan publik. Kenapa begitu? Sekali lagi, kebudayaan suatu bangsa dipengaruhi ideologi dan agama. Masyarakat Kristen Eropa percaya kalo Adam berbuat dosa karena ulah Hawa. So, mereka menganggap perempuan sebagai makhluk yang merugikan. Bahkan sekte yang ekstrim berpendapat kalo perempuan adalah makhluk setengah setan, dan akan jadi setan seutuhnya waktu datang bulan.

Di Eropa, pendidikan buat kaum perempuan baru dimulai pada abad ke-20. Sebelum itu, perempuan Eropa dipaksakan jadi orang bodoh. Padahal, pada abad ke-7, di dunia Islam udah lahir sosok-sosok wanita cendikia. Ada Khadijah rodhiyalloohu ‘anha yang jadi saudagar besar, ada Aisyah rodhiyalloohu ‘anha yang banyak meriwayatkan hadits dalam usianya yang belia.

Jelaslah, penokohan Kartini dengan emansipasinya sarat kepantingan politik. Ini dijadikan pintu masuk gerakan feminisme di Indonesia. Gerakan yang mengada-ada. Kalo feminisme di Eropa itu wajar, tapi kalo di Indonesia ya salah tempat.

So, udah, deh, nggak usah ikut Kartinian lagi!

Walloohu a’lam.

GEMMA PTDI : Aksi Bela Islam atas Penistaan Agama oleh Sukmawati

Aksi Bela Islam atas Penistaan Agama oleh Sukmawati

Ini Tiga Hikmah Aksi 212 Menurut Ustadz Aris Munandar

Foto: Ustadz Aris Munandar saat memberikan ceramah di Tabligh Akbar, Ahad (18/02/2018)

Solo – Ketua Dewan Dakwah Indonesia (DDII) daerah Jawa Tengah, Ustadz Aris Munandar menyampaikan tiga hikmah yang diberikan oleh Allah pasca gerakan Aksi Bela Islam jilid 3, atau yang sering disebut Aksi 212.

Yang pertama yaitu hadirnya persatuan dan kesatuan, yang membuat umat muslim di Indonesia tidak lagi memandang baju dan organisasi apapun selama itu, selama masih sejalan dengan ajaran yang diwariskan dari Rasulullooh.

“Marilah karunia ini kita jaga sebaik baiknya. Kita senantiasa membangun tali persaudaraan diantara kita semua dan saudara – saudara muslim kita”, ucap Ustadz Aris, pada Ahad (18/02/18), saat mengisi Tabligh Akbar di lapangan Kota Barat, Solo, Jawa Tengah.

Kedua yaitu disadarkannya umat muslim untuk kembali mematuhi komando para ustadz dan ulama, yang tanpa pamrih berjuang menegakkan Islam, dan tidak sedikitpun memiliki keinginan material apapun.

“Mereka (Ustadz dan ulama –red) dengan begitu gigihnya memimpin kita. Dan alhamdulillah umat Islam ini mendapatkan kesadaran untuk dipimpin oleh ulama,” tambahnya.

Kemudian, hikmah pasca Aksi 212 yang terakhir yaitu menumbuhkan semangat jihad fisabilillah, yang merupakan modal utama seorang muslim untuk berani melawan para penista agama, melawan antek-antek PKI, melawan Syiah, serta melawan mereka yang melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin.
“Kita harus jaga itu semua” tutupnya.

Zaitun, Pohonnya Diberkahi, Minyaknya Penuh Arti


Tanaman Zaitun banyak tumbuh di kawasan Mediterania, seperti Jazirah Arab, Italia, Spanyol, Yunani, dan sekitarnya. Ia juga tumbuh di beberapa bagian Benua Afrika, di China, bahkan kini orang Indonesia banyak yang mencoba menanamnya.
Buah zaitun muda bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Sedang buah tuanya diambil minyaknya dengan cara diperas. Di Indonesia, minyak zaitun lebih dikenal karena jauh lebih mudah di peroleh di pasaran daripada buahnya.
Sejak zaman dahulu kala, buah dan minyak zaitun sudah dikenal dan diambil manfaatnya di sejumlah peradaban. Bapak ilmu kedokteran, Hippocrates, mengatakan bahwa zaitun memiliki nilai terapi yang tinggi bagi kesehatan. Dalam tradisi Islam, zaitun juga sangat dikenal. Bahkan dalam al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menyebutnya.
“Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yakni pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, berlapis-lapis. Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (an-Nuur: 35),
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan. Maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (al-An’am: 99),
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (an-Nahl: 11).
Oleh karena itu, dalam tradisi pengobatan cara Nabi (tibbun nabawi), minyak zaitun sering kali digunakan. Sebagaimana Allah ta’ala firmankan dalam al-Qur’an surat an-Nuur: 35, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun bersabda bahwa zaitun adalah tanaman yang diberkahi, dan beliau menganjurkan umatnya untuk menggunakannya.
“Minumlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya, kerana sesungguhnya ia adalah dari pohon yang diberkahi.” (Hr. Baihaqi dan Ibnu Majah).
Penelitian ilmiah modern membuktikan bahwa minyak zaitun baik untuk menunjang kesehatan manusia. Dilansir Deherba.com, ahli Biokimia Pangan dan Gizi Universitas Negeri Jakarta, Dr. Ir. Alsuhendra, Msci, mengatakan bahwa minyak zaitun banyak digunakan dalam dunia kesehatan karena kandungan asam lemak tak jenuhnya yang tinggi, khususnya asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap tunggal yang di dalamnya terdapat asam oleat (Omega 9) dan asam linoleat (Omega 6) dengan kadar 65-85%.
Minyakzaitun.org menyebutkan bahwa minyak zaitun memiliki ragam kandungan alami sebagai berikut:
– Virgin oil
– Vitamin A, C, D, E, dan K
– Asam lemak tak jenuh
– Asam lemak jenuh yang baik, seperti asam miristat, asam arachidat, asam stearat, asam palmitat, dan lignoserat dengan kadar kecil.
– Mono unsaturated fat, asam oleat, polifenol, asam lemak esesensial, potasium, zat besi, dan kalsium.
– Fenol, yang didalamnya mengandung unsur flavonoid yang memiliki peranan aktif sebagai antioksidan yang sangat kuat serta membantu dalam menghambat proses oksidasi dari LDL (kolesterol jahat).
Dengan berbagai kandungan alami tersebut, minyak zaitun memiliki berbagai khasiat dalam kesehatan dan kecantikan. Berikut ini di antaranya:
1. Mengurangi kolesterol berbahaya,
2. Mengurangi resiko terjadinya penyumbatan (trombosis) dan penebalan pembuluh darah ( arterioklerosis),
3. Membantu mengurangi penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah tinggi,
4. Mencegah dan mengurangi serangan kanker,
5. Meningkatkan kualitas ASI,
6. Melembabkan kulit secara alami,
7. Mencegah penuaan dini,
8. Menghilangkan bekas jerawat,
9. Melindungi sel dari kerusakan,
10. Meningkatkan fungsi otak (kognitif dan memori),
11. Mengontrol tekanan darah,
12. Mencegah stroke,
13. Sebagai lotion rambut alami,
14. Menyuburkan rambut,
15. Sebagai minyak urut, dll.
Islam mengajarkan bahwa apa saja yang berlebihan itu tidak baik. Demikian juga dalam mengonsumsi minyak zaitun. Konsumsi yang bijak adalah yang sesuai kebutuhan. Dan sebagaimana dicatat Tanamanobat.com, penggunaan minyak zaitun harus memerhatikan kondisi-kondisi khusus seperti di bawah ini:
1. Hamil dan Menyusui
Belum terdapat informasi yang bisa menjadi acuan tentang bagaimana keamanan produk minyak zaitun untuk ibu hamil ataupun menyusui. Jangan pakai minyak zaitun dalam jumlah yang lebih banyak dari pada jumlah yang umum/biasa ditemukan dalam sebuah makanan.
2. Diabetes
Minyak zaitun mampu menurunkan zat gula darah, sehingga bagi penderita diabetes perlu memeriksa gula darah pada saat memakai minyak zaitun ini.
3. Operasi Bedah
Minyak zaitun bisa memengaruhi gula darah, sehingga pemakaian minyak zaitun akan memengaruhi kontrol gula darah selama proses operasi. Berhentilah mengonsumsi minyak zaitun pada 2 minggu sebelum operasi.
Di Indonesia, minyak zaitun yang beredar di pasaran ada tiga jenis, extra virgin olive oil, virgin olive oil, dan olive oil (sulingan).
Deherba.com menjelaskan, minyak zaitun extra virgin merupakan jenis minyak zaitun yang paling murni karena merupakan hasil ekstraksi pertama dari buah Zaitun. Warna minyak ini biasanya kehijauan dan memiliki rasa dan aroma yang lebih tajam. Ia tidak bagus untuk menumis atau menggoreng karena kadar minyaknya yang rendah. Sehingga lebih baik diminum langsung atau digunakan sebagai campuran makanan seperti salad atau sayuran yang direbus.
Sedangkan virgin olive oil (minyak zaitun murni) berwarna hijau kekuningan dan merupakan hasil dari proses lanjutan minyak zaitun ekstra virgin. Ia bisa digunakan sebagai campuran masakan dan untuk menumis.
Dan ketiga, yakni minyak zaitun sulingan, adalah jenis minyak zaitun yang mengalami proses penyulingan lanjutan. Warnanya kekuningan dan cocok digunakan untuk menumis.
Minyak zaitun tidak dapat digunakan untuk menggoreng karena sifatnya yang tidak tahan panas tinggi. Jika dipakai untuk menggoreng, asam lemak tak jenuhnya justru lebih mudah membentuk akrilamida, radikal bebas, dan lemak trans yang berbahaya.
Perlu diketahui juga bahwa cahaya dapat merusak kandungan minyak zaitun. Maka penyimpanan yang tepat adalah di tempat yang sejuk dan gelap. Wallahu a’lam.

Pengawalan Sidang Ahok III

Pengawalan Sidang Ahok III

Aksi Bela Islam 313 2017

Aksi Bela Islam 313 2017

Aksi Bela Islam 313 2017

Aksi Bela Islam 313 2017

Top