ads

Slider[Style1]


ads

Berita

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tandingi Reuni 212, Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal Tak Diminati Banyak Orang

Foto: Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal tak disambut pengunjung masjid.

Jakarta – Bersamaan dengan acara reuni 212 di Monas, Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) pada Ahad, (02/12) menggelar acara Kajian Islam Ahad.
Dalam kesempatan itu, Ketua BPPMI Laksma Purn. H Asep Saepudin dan ulama NU asal Yogyakarta Gus Muwafiq didaulat sebagai pembicara.
Menurut Asep Saepudin, umat Islam sudah seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati sesama manusia. Tidak hanya yang seiman saja, tapi juga non muslim sekalipun kita harus menjaganya,” tukas ketua BPPMI yang menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Alm. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.
Perwira tinggi Angkatan Laut itu menambahkan terkadang ada sisi manusia yang membuatnya lupa dengan kodratnya sebagai ciptaan Allah SWT. Kondisi itu lantas membawa kepada keangkuhan dan kesombongan, sehingga menganggap rendah orang lain yang tak sejalan dengannya.

Bapak Laksamana Pertama (Pur) KH. Asep Saepudin Ketua BPPMI yang belum lama dilantik oleh Menteri agama, menggantikan Alm. Bp. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.


“Kita harus selalu introspeksi diri, mengikuti budi pekerti yang diajarkan Rasul SAW. Berdakwah dengan santun kepada semua golongan, sehingga Islam Rahmatan Lil ‘alamin itu memang begitu nyata terasa,” jelasnya lagi.

Pada acara bertajuk Kajian Islam Ahad itu, juga disertai penampilan tim Hadrah Remaja Masjid Istiqlal, tim Salawat Majilis Ta’lim Kaum Ibu Masjid Istiqlal, serta Pembacaan Simtudduror oleh Imam dan Muadzin Masjid Istiqlal.

Di lokasi acara, hanya sekitar 40 orang yang mendengarkan kajian tersebut. Sisanya, lebih memilih beristirahat di sekitar area masjid.
Sebagian peserta reuni 212 menganggap acara Kajian Islam Ahad ini merupakan upaya acara tandingan terhadap reuni 212 di Monas. Maka dari itu, massa tak begitu antusias mengikuti ceramah yang disampaikan pembicara.

Salah satunya ialah Budi Setiawan, salah seorang pengunjung Masjid Istiqlal. Peserta reuni 212 dari Tangerang ini menduga acara ini dilakukan untuk menarik massa reuni 212 menjauh dari Monas.
“Biar orang-orang ketarik ke sini (Masjid Istiqlal, red). Jadi yang sana sepi,” katanya.

Hingga waktu salat zuhur tiba, penceramah kedua Gus Muwafiq belum juga muncul. Pembawa acara sempat mengatakan bahwa Gus Muwafiq akan berceramah pada pukul 13.00 WIB. Namun, hingga akhir acara, ulama NU dari Yogyakarta itu akhirnya batal tampil.

Reuni Akbar 212, 4 Juta Orang akan Hadir ke Monas


JAKARTA – Ketua pelaksana acara Reuni Akbar Mujahid 212 ustaz Muhammad Al Khaththat mengatakan, empat juta orang sudah siap berkumpul di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti.

Menurut ustaz Khaththat, jumlah itu berdasarkan data yang diinformasikan oleh berbagai komunitas dan ormas Islam.

“Empat juta itu komitmen dari berbagai komunitas yang akan hadir,” kata ustaz Khaththat kepada wartawan di aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (28/11) sore.

Sekretaris Jenderal GNPF Ulama itu juga meminta masyarakat Indonesia tidak perlu takut terhadap ancaman-ancaman pihak lain yang tujuannya agar rakyat tidak hadir di acara Reuni Akbar Mujahid 212.

“Sebab, kita niatkan secara ikhlas untuk berkumpul di Monas adalah untuk memperingati kebersatuan dan bersyukur kepada Allah, karena pada 212 itu adalah nikmat Allah yang terbesar yang allah karuniakan kepada umat Islam,” ungkap ustaz Khaththat.

Nikmat Allah tersebut, kata ustaz Khaththat, hingga saat ini masih terus dirasakan dan bahkan berdampak hingga ke wilayah perkampungan.

“Kalau kita lihat masjid-masjid, musholla di perumahan, perkampungan, maupun stasiun dan sebagainya, baik jamaah sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya jumlahnya berlipat-lipat, itu yang kita syukuri. Belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkas ustaz Khaththat.

Seperti diketahui, Persaudaraan Alumni 212 akan kembali menggelar reuni alumni 212 di Monumen Nasional (Monas), pada 2 Desember 2018 nanti.

Tahun ini, panitia penyelenggara mengubah nama yang sebelumnya Reuni Alumni 212 menjadi Reuni Akbar Mujahid 212.

Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 ustaz Bernard Abdul Jabbar menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan permintaan Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, ustaz Bernard Abdul Jabbar juga menyebutkan bahwa Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti akan mengusung tema “Dengan Tauhid Menuju Kejayaan NKRI”. 

Ustadz Slamet Ma’arif: Reuni Akbar 212, Semua Rangkaian Acara Akan Dilangsungkan di Monas


JAKARTA – Beredarnya sebuah informasi di sosial media yang mengatakan jika Masjid Istiqlal akan dijadikan salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Acara Reuni 212 yang akan diselenggarakan pada beberapa hari ke depan nanti. Tepatnya pada hari Ahad, 2 Desember 2018 nanti.

Namun hal itu dibantah informasinya oleh Ketua Umum Presidium Alumni 212, ketika Ustadz Slamet Ma’arif dihubungi untuk mengetahui kebenaran informasi yang sudah terlanjur beredar di sosial media tersebut.

“Bahwa semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 tetap akan dilaksanakan dan dilangsungkan di Monas, bukan dimana mana atau ditempat yang lain,” ujar Slamet Ma’arif (28/11).

Masih menurut Ustadz Slamet, adapun salah satu rangkaian acara pada kegiatan Reuni 212 tahun ini adalah pelaksanaan Sholat Tahajud di Monas, Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir dan Tahlil, Doa Istighosah dan sambutan para tokoh-tokoh agama dan tausiah dari para Ustadz, Kyai & Habaib.

“Sekalian kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin semuanya dimanapun berada. Ayo siapkan diri anda, ajak seluruh keluarga dan tetangga serta jamaah. Bawa juga alas sholat dan infaq terbaik untuk perjuangan. Jaga ketertiban dan kebersihan serta taat pada komando,” pungkas Ustd Slamet Ma’arif. 

Kantongi Izin, Satu Juta Bendera Tauhid Akan Berkibar di Reuni 212


Jakarta - Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian telah sepakat menyetujui penyelenggaraan reuni akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat. Acara ini akan dilakukan pada Minggu (2/12) mendatang.

Juru Bicara Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan bahwa permintaan izin untuk menggelar acara telah dikantonginya. Sehingga, pihaknya kini akan lebih fokus kepada teknis dari acara bersejarah tersebut.

"Insya Allooh ada parade bendera tauhid nanti, ada 1 juta bendera tauhid warna warni akan kami kibarkan," tutur Novel saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Novel menyatakan bahwa massa yang akan menghadiri acara tersebut diharapkan dapat membawa bendera berlafaz kalimat Tauhid. Walaupun sukarela, diharapkan warga dapat mengibarkan sejuta bendera dengan sukses.

"Kami akan mengimbau kepada masyarakat secara rela membuat bendera sebanyak-banyaknya. Bendera raksasa kalimat tauhid juga kami kibarkan dan kami akan juga membuat rentetan bendera terpanjang," terang Novel.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro menyatakan, bahwa Pemprov DKI tidak masalah penyelenggaraan akan di Monas. Namun jika pada waktu tersebut tidak ada jadwal kegiatan.

"Kemarin sudah rapat tim. Monas prinsipnya kalau tanggal kosong (acara), bisa digunakan," kata Asiantoro saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Bedah Buku "Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir


Jakarta - Ahad 25 November 2018 dilaksanakan Bedah Buku berjudul Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir di Masjid Al-Istiqomah PTDII Tanjung Priok, yang di tulis oleh Indra Martian, MA yang merupakan hasil Tesis S-2 nya. Dan di bukukan lalu disederhanakan judulnya. 

Dan tulisan ini pernah di presentasikan di University Kebangsaan Malaysia beberapa bulan lalu dan alhamdulilaah mendapat applaused dr Professor ahli di bidang pemikiran Islam di Malaysia.


Dalam bedah buku ini juga hadir sebagai Narasumber Tokoh Nasional Bang Eggi Sudjana yang juga sebagai pengacara Habib Riziq Shihab.

Tak ada yg salah dari Pemikiran Abu Bakar Ba'asyir, beliau bukan Politikus, beliau tidak ada keinginan menguasai negeri, hanya saja satu "kesalahan" beliau. Hanya ingin hidup sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, ingin hidup di bawah syariat Islam, dan beliau istiqomah dengan itu.




Dakwah beliau yang terdengar lemah lembut, bahkan yang suka dengan ceramah menggebu-gebu akan terdengar membosankan. karerna ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah tipikal yg kalem, tenang dan lemah lembut. Namun mengapa beliau di fitnah Teroris???
Ternyata jawabannya hanya satu, beliau ingin menegakkan syariat Islam di negeri ini. Beliau ingin mengajak orang-orang kembali kepada Islam Rahmatan Lil 'Aalamiin. Beliau ingin menyelamatkan negeri namun di tuduh teroris. Bahkan beliau mendukung umat utk memilih pemimpin yg siap dan berani menegakkan syariat Islam di negeri ini. 

UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2


Bagi Yg mau hadir 212
Acara di Monas di mulai jam 3 dinihari.. di harapkan para alumni 212  jangan ke istiglal ya langsung ke Monas ... di istiglal sana Jokowi mengadakan maulid di hari yang sama ... demi untuk meraih massa 212 ... dan akan mengklaim bahwa dia di dukung 212


Shubuh berjamaah di atas bumi Allooh dan ber atapkan langit Allah di lapangan Monas in Syaa Allooh di Ijabah do'a do'a nya
Jamaah yg naik commuter line jgn turun di stasiun juanda tp turun di sta gondangdia biar tdk digiring petugas ke arah masjid istiqlal
Tolong viralkan..!!


https://youtu.be/f42GDHDJbIs


UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2

Oleh Habib Hanif AlAttas
Ketua Front Santri Indonesia

Ribuan Ummat Islam Solo Ramaikan Parade Tauhid


Hari ini kota Solo dibanjiri masyarakat dengan mengibarkan ribuan bendera Tauhid, pada Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid itu juga dilakukan pembakaran bendera PKI sebagai simbul perlawanan dan penolakan terhadap ideologi komunis di Indonesia.




Ribuan umat Islam dari berbagai elemen di Soloraya menggelar aksi parade Tauhid dalam rangka Semarak Maulid Nabi, Minggu (25/11/2018). Dalam aksinya mereka membawa seribu bendera Tauhid dan menggelorakan semangat aksi 212 di Jakarta pada Desember nanti.


Dalam pantauan, Minggu pagi WIB, mereka juga mewarnai aksinya dengan membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) berkuran 200x130 sentimeter di depan panggung. Massa berkumpul di Bundaran Gladak pukul 06.00 WIB.

Massa melakukan long march dari bundaran Gladak menuju Jalan Ronggowarsito-Jalan Kartini dan membelah aktivitas warga di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi dan berakhir ke Gladak untuk mengikuti tabligh pengajian akbar. Pengajian akbar tersebut disampaikan oleh sederet tokoh umat Islam Solo seperti Ustadz Mu’inuddinillah Al-Bashri, H Ahmad Rofi'i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas'ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

“Acara ini untuk mengekspresikan pembelaan kita terhadap kalimat Tauhid yang belum lama ini dilecehkan oleh pihak tertentu,” kata pengarah aksi, Abdurrochim Ba’asyir di sela aksi.

Menurut Abdurrochim, kalimat Tauhid adalah salah satu identitas Islam yang harus dibela pemeluknya. Karena itu, Ustad Iim sapaan akrabnya mengimbau seluruh umat Islam agar tidak salah memaknai bendera bertuliskan Kalimat Tauhid sebagai kejahatan. Bendera bertulis Laa Ilaaha Illallah (kalimat tauhid) adalah identitas kaum muslimin dan simbol persatuan Umat Islam di manapun. “Jangan sampai bendera ini dianggap sebagai kriminal,” kata dia.

Selain itu aksi ini sebagai pemanasan sebelum reuni 212 di Jakarta nanti. Dia juga menyebut bahwa aksi yang dilaksanakan tidak ada unsur muata politis. “Reuni 212 tidak ada muatan politik, itu murni acara umat islam yang harus kita dukung,” katanya.

Selain aksi tersebut, penyelenggara juga mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam di sejumlah daerah. Di antaranya Palu Dongala, dan Lombok.

Terkait dengan pembakaran bendera PKI, Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat M. Taufik mengatakan pembakaran bendera PKI sudah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Sesui isi UUD ‘45 semua simbol berbau PKI seperti bendera atau atribut lainnya harus dimusnahka dari negeri ini.

"Kita membakar bendera ini ingin memberikan pendidikan bagi warga kalau semua atribut PKI harus dimusnahkan. Jangan sampai salah membakar bendera bertuliskan [kalimat] tauhid," kata dia.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan kalau bendera bertuliskan tauhid tidak dilarang. Warga boleh saja membawa bendera tauhid tersebut dimanapun tanpa ada rasa takut. Taufik mengajak kepada umat Islam di Soloraya untuk bergerak ke Jakarta pada tanggal 2 Desember untuk bersama-sama mengikuti aksi bela kalimat tauhid.


Hari Ini DSKS Ajak Masyarakat Solo Dalam Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid


SOLO – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) akan menggelar Longmarch dan Tabligh Akbar di Bundaran Gladag Solo pada hari Ahad, 25 November 2018.
Endro Sudarsono selaku humas melelalui releasenya Sabtu, (24/11) menyebutkan, longmarch akan melewati rute Gladag, Bank Indonesia, SMPN 3 Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, dan Finish di Gladag lagi.
“Dalam longmarch ini panitia mengambil tema 1000 Mujahid, 1000 bendera Tauhid. Data yang masuk ke panitia sudah ada sekitar 1500 para pemuda pembawa bendera Merah Putih dan bendera Tauhid.” Ujarnya.
Di samping itu panitia juga berharap dalam acara ini menegaskan bahwa bendera Tauhid di Indonesia tidak dilarang, dan kalimat Tauhid harus dibela.
Sedangkan tema dalam Tabligh Akbar adalah Semarak Maulid Nabi dengan Kalimat Tauhid.
Rencana hadir dalam Tabligh Akbar: Dr. Muinnudinnillah Basri, MA, KH Ahmad Rofi’i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas’ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

Sumber : Panjimas

Habib Rizieq Sekeluarga Silaturrahmi Dengan Warga Indonesia Mekkah Di Jabal Rahmah


Sabtu, 24 November 2018



Jakarta - Alhamdulillah, sungguh senang hati ini melihat kegembiraan Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Shihab beserta seluruh keluarganya di Tanah Suci Makkah Almukarromah, Saudi Arabia.


Pada hari Jum'at (23 November 2018), Habib Rizieq Shihab sekeluarga mengadakan silaturrahim dengan Warga Indonesia Mekkah di Jabal Rahmah.


Disana Habib Rizieq memberikan tausiyah dan kemudian berdiskusi dengan para Jama'ah yang hadir dalam suasana yang hangat, akrab dan penuh kegembiraan.

Setelah itu semuanya makan malam bersama, sementara anak-anak asyik bermain.



Di akhir pertemuan Habib Rizieq dan semua yang hadir dengan kompak menyerukan "2019 Ganti Presiden".

Semoga Allah SWT selalu memberkahi Habib Rizieq Shihab sekeluarga, dan melindungi mereka semua dari segala fitnah dan niat jahat musuh-musuh Islam.


Sumber: Faktakini.com

Laporan: Erdogan Tidak Akan Bertemu Putra Mahkota Saudi di Selama KTT G20 di Argentia


ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Saluran berita Turki Haber mengutip Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Kamis (22/11/2018) bahwa dia tidak akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman selama kunjungan ke Argentina untuk KTT G20.

KTT G20 akan dimulai di Argentina pada 30 November dan akan berlanjut hingga 1 Desember.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bisa bertemu dengan Pangeran Mahkota Saudi di sela-sela KTT.

Pada hari Rabu, Rusia mengumumkan bahwa Presiden Vladimir Putin mungkin juga bertemu dengan MBS pada periode yang sama.

Ini terjadi pada saat Arab Saudi menghadapi krisis besar setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulatnya di Istanbul di tangan pejabat keamanan yang memiliki hubungan dekat dengan putra mahkota.

Jum'at lalu, Washington Post melaporkan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa Mohammed Bin Salman secara pribadi memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tuduhan yang disangkal oleh kerajaan. (st/MeMo)

Sumber: Voa Islam

Jonru Bebas, Netizen Muslim Kangen Tulisan-Tulisannya


Jakarta - Aktivis Medsos Muslim Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru bebas bersyarat, Jumat (23/11/2018). Jonru sebelumnya divonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam kasus ujaran kebencian.
"Betul (bebas bersyarat). Tadi beliau bebas sekitar bakda asyar atau pukul 15.00 WIB dari LP Cipinang," ujar Kuasa Hukum Jonru, Djuju Purwanto, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat.


Djuju mengatakan, Jonru telah menjalani masa hukumannya selama 14 bulan. Artinya, kata dia, Jonru telah menjalani sekitar 2/3 masa hukumannya dan berhak bebas bersyarat.


"Sehingga dengan demikian yang bersangkutan punya hak berdasarkan KUHAP untuk mengajukan pembebasan bersyarat," kata Djuju.



"Kami mengajukan (permohonan pembebasan bersyarat) sekitar 1 bulan yang lalu dan alhamdullilah dalam sebulan terakhir kami proses dan diterima," ujar dia.



Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) oleh seorabg pendukung berat Ahok - Djarot yang bernama Muannas Al Aidid.


Menurut pendapat Muannas, unggahan Jonru di media sosial kerap mengandung ujaran kebencian dan berbahaya karena jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa.



Jonru kemudian divonis 1 tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (3/2/2018).



Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.



Sumber: Kompas

Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung



Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax. 

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu. 

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah. 

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan. 

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait gempa Donggala-Palu, Sulawesi Tengah.

Salah satu informasi yang disebut Kominfo hoaks dalam siaran pers itu adalah tentang aksi gerak cepat relawan FPI yang mengevakuasi korban gempa Palu. 

Dalam siaran pers itu Kominfo menyertakan sebuah foto yang disebut hoaks.

Kominfo menemukan fakta jika foto yang beredar adalah foto saat relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat, bukan di Palu. 

Siaran pers Kominfo tersebut akhirnya mendapatkan protes keras masyarakat, termasuk dari pihak FPI.

Akun Twitter Kominfo diserbu oleh para pendukung FPI yang menyatakan relawannya benar-benar ikut membantu para korban gempa Palu di lokasi terdampak.

Alhasil, terjadi kesalahpahaman dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara dan menjelaskan jika yang disebut hoaks oleh Kominfo dalam siaran pers itu adalah foto yang beredar, bukan tentang aksi gerak cepat FPI.

"Setahu saya tadi malam saya baca semuanya yang dikatakan tidak benar itu adalah foto. Foto itu kan disebutkan itu foto di Palu, foto itu waktu kejadian di Sukabumi tahun 2015, jadi (hoaksnya) terhadap itu (fotonya), bukan terhadap aktivitasnya," ucap Rudiantara, saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/10).

Lebih lanjut, Kominfo tidak mempermasalahkan kegiatan yang dilakukan oleh FPI dalam membantu korban bencana, khususnya dalam pemulihan di daerah Donggala dan Palu yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu.

"Kalau aktivitasnya sih kita semua komponen bangsa dari mana pun itu dukung pemulihan di Sulawesi Tengah di Palu, Donggala, Sigi dan sebagainya kalau itu kita dukung tapi kalau fotonya yang tidak," ungkapnya.

Foto:  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara

Sumber: kumparan

Sandi Minta Relawan Menangkan Pilpres 2019 di Jakut

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, Minggu (28/10) malam menghadiri deklarasi dukungan dari Gerakan Masyarakat Mahasiswa dan Alumni Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (GEMMA PTDI). 

Dalam deklarasi tersebut, Sandi meminta dukungan penuh agar pasangan Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019 nanti. Permintaan itu ia tegaskan karena Prabowo pernah kalah di Jakarta Utara dalam Pilpres 2014 silam.

“Saya titip pesan, khususnya di Jakarta Utara tidak boleh terulang kekalahan seperti tahun 2014 Prabowo dan harus menang pada 2019. Jadi ini tugas kita bersama kita haqul yaqin kita berjuang bersama, tapi ingat perjuangan kita berat. Jangan kita terlena.” kata Sandi di hadapan GEMMA PTDI di Jalan Tawes, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (28/10).

Dalam acara tersebut, Sandi turut mengampanyekan  dua program utamanya; yakni janji menurunkan harga bahan pokok dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“In syaa Allooh di bawah Prabowo-Sandi kita buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, sehingga lapangan kerja diberikan kepada putra-putra bangsa. Bukan kepada perusahaan asing yang membuka lapangan kerja untuk tenaga asing. Kita akan pastikan lapangan kerja untuk putra putri bangsa yang sekarang ini harus kita dahulukan,” kata Sandi.

“Kedua untuk emak-emak harga-harga pada naik betul? Belanja murah atau mahal? Biaya listrik turun atau naik? Insyaallah di bawah Prabowo-Sandi kita pastikan ekonomi lebih menjangkau pada masyarakat kelas menengah ke bawah,” tambah Sandi.

Selain itu, Sandiaga juga  meminta agar relawannya tetap menjunjung kampanye damai dalam menggalang dukungan. 

“In syaa Allooh kampanye kita damai, kita kampanye penuh kesejukan. Jangan memecah belah, jangan menjatuhkan, kita pastikan kita terus tebarkan Islam yang rahmatan lil 'aalamiin. In syaa Allooh kita berdakwah berkampanye terus mengedepankan ber-akhlakul karimah,” kata Sandi.

Sementara itu Sekjen GMMA PTDI M Lumban Tobing mengatakan organisasinya mendukung Prabowo-Sandi sebagai tindak lanjut dari Ijtima' 'Ulama.  

“Karena kita sepakat ulama dari multi madzhab menyepakati seperti itu. Ya kita berlandskan hasil dari Ijtima' 'Ulama ya pastinya mendukung Prabowo-Sandi,” kata M Lumban Tobing.

Selain itu, M Lumban Tobing berharap kepada Sandi agar membela hak-hak umat Islam dan umat beragama lainnya. “Harapannya ke depan Prabowo-Sandi tidak lagi ada intimidasi, bukan hanya untuk umat islam tapi juga umat lain. Sehingga kehidupan rukun damai dan masyarakat sejahtera. Lebih baik dari sekarang,” kata M Lumban Tobing.

Ini Tiga Hikmah Aksi 212 Menurut Ustadz Aris Munandar

Foto: Ustadz Aris Munandar saat memberikan ceramah di Tabligh Akbar, Ahad (18/02/2018)

Solo – Ketua Dewan Dakwah Indonesia (DDII) daerah Jawa Tengah, Ustadz Aris Munandar menyampaikan tiga hikmah yang diberikan oleh Allah pasca gerakan Aksi Bela Islam jilid 3, atau yang sering disebut Aksi 212.

Yang pertama yaitu hadirnya persatuan dan kesatuan, yang membuat umat muslim di Indonesia tidak lagi memandang baju dan organisasi apapun selama itu, selama masih sejalan dengan ajaran yang diwariskan dari Rasulullooh.

“Marilah karunia ini kita jaga sebaik baiknya. Kita senantiasa membangun tali persaudaraan diantara kita semua dan saudara – saudara muslim kita”, ucap Ustadz Aris, pada Ahad (18/02/18), saat mengisi Tabligh Akbar di lapangan Kota Barat, Solo, Jawa Tengah.

Kedua yaitu disadarkannya umat muslim untuk kembali mematuhi komando para ustadz dan ulama, yang tanpa pamrih berjuang menegakkan Islam, dan tidak sedikitpun memiliki keinginan material apapun.

“Mereka (Ustadz dan ulama –red) dengan begitu gigihnya memimpin kita. Dan alhamdulillah umat Islam ini mendapatkan kesadaran untuk dipimpin oleh ulama,” tambahnya.

Kemudian, hikmah pasca Aksi 212 yang terakhir yaitu menumbuhkan semangat jihad fisabilillah, yang merupakan modal utama seorang muslim untuk berani melawan para penista agama, melawan antek-antek PKI, melawan Syiah, serta melawan mereka yang melakukan kejahatan terhadap kaum muslimin.
“Kita harus jaga itu semua” tutupnya.
⇧
Top