ads

Slider[Style1]


ads

Berita

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Tandingi Reuni 212, Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal Tak Diminati Banyak Orang

Foto: Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal tak disambut pengunjung masjid.

Jakarta – Bersamaan dengan acara reuni 212 di Monas, Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) pada Ahad, (02/12) menggelar acara Kajian Islam Ahad.
Dalam kesempatan itu, Ketua BPPMI Laksma Purn. H Asep Saepudin dan ulama NU asal Yogyakarta Gus Muwafiq didaulat sebagai pembicara.
Menurut Asep Saepudin, umat Islam sudah seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati sesama manusia. Tidak hanya yang seiman saja, tapi juga non muslim sekalipun kita harus menjaganya,” tukas ketua BPPMI yang menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Alm. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.
Perwira tinggi Angkatan Laut itu menambahkan terkadang ada sisi manusia yang membuatnya lupa dengan kodratnya sebagai ciptaan Allah SWT. Kondisi itu lantas membawa kepada keangkuhan dan kesombongan, sehingga menganggap rendah orang lain yang tak sejalan dengannya.

Bapak Laksamana Pertama (Pur) KH. Asep Saepudin Ketua BPPMI yang belum lama dilantik oleh Menteri agama, menggantikan Alm. Bp. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.


“Kita harus selalu introspeksi diri, mengikuti budi pekerti yang diajarkan Rasul SAW. Berdakwah dengan santun kepada semua golongan, sehingga Islam Rahmatan Lil ‘alamin itu memang begitu nyata terasa,” jelasnya lagi.

Pada acara bertajuk Kajian Islam Ahad itu, juga disertai penampilan tim Hadrah Remaja Masjid Istiqlal, tim Salawat Majilis Ta’lim Kaum Ibu Masjid Istiqlal, serta Pembacaan Simtudduror oleh Imam dan Muadzin Masjid Istiqlal.

Di lokasi acara, hanya sekitar 40 orang yang mendengarkan kajian tersebut. Sisanya, lebih memilih beristirahat di sekitar area masjid.
Sebagian peserta reuni 212 menganggap acara Kajian Islam Ahad ini merupakan upaya acara tandingan terhadap reuni 212 di Monas. Maka dari itu, massa tak begitu antusias mengikuti ceramah yang disampaikan pembicara.

Salah satunya ialah Budi Setiawan, salah seorang pengunjung Masjid Istiqlal. Peserta reuni 212 dari Tangerang ini menduga acara ini dilakukan untuk menarik massa reuni 212 menjauh dari Monas.
“Biar orang-orang ketarik ke sini (Masjid Istiqlal, red). Jadi yang sana sepi,” katanya.

Hingga waktu salat zuhur tiba, penceramah kedua Gus Muwafiq belum juga muncul. Pembawa acara sempat mengatakan bahwa Gus Muwafiq akan berceramah pada pukul 13.00 WIB. Namun, hingga akhir acara, ulama NU dari Yogyakarta itu akhirnya batal tampil.

Reuni Akbar 212, 4 Juta Orang akan Hadir ke Monas


JAKARTA – Ketua pelaksana acara Reuni Akbar Mujahid 212 ustaz Muhammad Al Khaththat mengatakan, empat juta orang sudah siap berkumpul di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti.

Menurut ustaz Khaththat, jumlah itu berdasarkan data yang diinformasikan oleh berbagai komunitas dan ormas Islam.

“Empat juta itu komitmen dari berbagai komunitas yang akan hadir,” kata ustaz Khaththat kepada wartawan di aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (28/11) sore.

Sekretaris Jenderal GNPF Ulama itu juga meminta masyarakat Indonesia tidak perlu takut terhadap ancaman-ancaman pihak lain yang tujuannya agar rakyat tidak hadir di acara Reuni Akbar Mujahid 212.

“Sebab, kita niatkan secara ikhlas untuk berkumpul di Monas adalah untuk memperingati kebersatuan dan bersyukur kepada Allah, karena pada 212 itu adalah nikmat Allah yang terbesar yang allah karuniakan kepada umat Islam,” ungkap ustaz Khaththat.

Nikmat Allah tersebut, kata ustaz Khaththat, hingga saat ini masih terus dirasakan dan bahkan berdampak hingga ke wilayah perkampungan.

“Kalau kita lihat masjid-masjid, musholla di perumahan, perkampungan, maupun stasiun dan sebagainya, baik jamaah sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya jumlahnya berlipat-lipat, itu yang kita syukuri. Belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkas ustaz Khaththat.

Seperti diketahui, Persaudaraan Alumni 212 akan kembali menggelar reuni alumni 212 di Monumen Nasional (Monas), pada 2 Desember 2018 nanti.

Tahun ini, panitia penyelenggara mengubah nama yang sebelumnya Reuni Alumni 212 menjadi Reuni Akbar Mujahid 212.

Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 ustaz Bernard Abdul Jabbar menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan permintaan Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, ustaz Bernard Abdul Jabbar juga menyebutkan bahwa Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti akan mengusung tema “Dengan Tauhid Menuju Kejayaan NKRI”. 

Ustadz Slamet Ma’arif: Reuni Akbar 212, Semua Rangkaian Acara Akan Dilangsungkan di Monas


JAKARTA – Beredarnya sebuah informasi di sosial media yang mengatakan jika Masjid Istiqlal akan dijadikan salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Acara Reuni 212 yang akan diselenggarakan pada beberapa hari ke depan nanti. Tepatnya pada hari Ahad, 2 Desember 2018 nanti.

Namun hal itu dibantah informasinya oleh Ketua Umum Presidium Alumni 212, ketika Ustadz Slamet Ma’arif dihubungi untuk mengetahui kebenaran informasi yang sudah terlanjur beredar di sosial media tersebut.

“Bahwa semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 tetap akan dilaksanakan dan dilangsungkan di Monas, bukan dimana mana atau ditempat yang lain,” ujar Slamet Ma’arif (28/11).

Masih menurut Ustadz Slamet, adapun salah satu rangkaian acara pada kegiatan Reuni 212 tahun ini adalah pelaksanaan Sholat Tahajud di Monas, Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir dan Tahlil, Doa Istighosah dan sambutan para tokoh-tokoh agama dan tausiah dari para Ustadz, Kyai & Habaib.

“Sekalian kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin semuanya dimanapun berada. Ayo siapkan diri anda, ajak seluruh keluarga dan tetangga serta jamaah. Bawa juga alas sholat dan infaq terbaik untuk perjuangan. Jaga ketertiban dan kebersihan serta taat pada komando,” pungkas Ustd Slamet Ma’arif. 

Kantongi Izin, Satu Juta Bendera Tauhid Akan Berkibar di Reuni 212


Jakarta - Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian telah sepakat menyetujui penyelenggaraan reuni akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat. Acara ini akan dilakukan pada Minggu (2/12) mendatang.

Juru Bicara Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan bahwa permintaan izin untuk menggelar acara telah dikantonginya. Sehingga, pihaknya kini akan lebih fokus kepada teknis dari acara bersejarah tersebut.

"Insya Allooh ada parade bendera tauhid nanti, ada 1 juta bendera tauhid warna warni akan kami kibarkan," tutur Novel saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Novel menyatakan bahwa massa yang akan menghadiri acara tersebut diharapkan dapat membawa bendera berlafaz kalimat Tauhid. Walaupun sukarela, diharapkan warga dapat mengibarkan sejuta bendera dengan sukses.

"Kami akan mengimbau kepada masyarakat secara rela membuat bendera sebanyak-banyaknya. Bendera raksasa kalimat tauhid juga kami kibarkan dan kami akan juga membuat rentetan bendera terpanjang," terang Novel.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro menyatakan, bahwa Pemprov DKI tidak masalah penyelenggaraan akan di Monas. Namun jika pada waktu tersebut tidak ada jadwal kegiatan.

"Kemarin sudah rapat tim. Monas prinsipnya kalau tanggal kosong (acara), bisa digunakan," kata Asiantoro saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Bedah Buku "Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir


Jakarta - Ahad 25 November 2018 dilaksanakan Bedah Buku berjudul Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir di Masjid Al-Istiqomah PTDII Tanjung Priok, yang di tulis oleh Indra Martian, MA yang merupakan hasil Tesis S-2 nya. Dan di bukukan lalu disederhanakan judulnya. 

Dan tulisan ini pernah di presentasikan di University Kebangsaan Malaysia beberapa bulan lalu dan alhamdulilaah mendapat applaused dr Professor ahli di bidang pemikiran Islam di Malaysia.


Dalam bedah buku ini juga hadir sebagai Narasumber Tokoh Nasional Bang Eggi Sudjana yang juga sebagai pengacara Habib Riziq Shihab.

Tak ada yg salah dari Pemikiran Abu Bakar Ba'asyir, beliau bukan Politikus, beliau tidak ada keinginan menguasai negeri, hanya saja satu "kesalahan" beliau. Hanya ingin hidup sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, ingin hidup di bawah syariat Islam, dan beliau istiqomah dengan itu.




Dakwah beliau yang terdengar lemah lembut, bahkan yang suka dengan ceramah menggebu-gebu akan terdengar membosankan. karerna ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah tipikal yg kalem, tenang dan lemah lembut. Namun mengapa beliau di fitnah Teroris???
Ternyata jawabannya hanya satu, beliau ingin menegakkan syariat Islam di negeri ini. Beliau ingin mengajak orang-orang kembali kepada Islam Rahmatan Lil 'Aalamiin. Beliau ingin menyelamatkan negeri namun di tuduh teroris. Bahkan beliau mendukung umat utk memilih pemimpin yg siap dan berani menegakkan syariat Islam di negeri ini. 

UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2


Bagi Yg mau hadir 212
Acara di Monas di mulai jam 3 dinihari.. di harapkan para alumni 212  jangan ke istiglal ya langsung ke Monas ... di istiglal sana Jokowi mengadakan maulid di hari yang sama ... demi untuk meraih massa 212 ... dan akan mengklaim bahwa dia di dukung 212


Shubuh berjamaah di atas bumi Allooh dan ber atapkan langit Allah di lapangan Monas in Syaa Allooh di Ijabah do'a do'a nya
Jamaah yg naik commuter line jgn turun di stasiun juanda tp turun di sta gondangdia biar tdk digiring petugas ke arah masjid istiqlal
Tolong viralkan..!!


https://youtu.be/f42GDHDJbIs


UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2

Oleh Habib Hanif AlAttas
Ketua Front Santri Indonesia

Ribuan Ummat Islam Solo Ramaikan Parade Tauhid


Hari ini kota Solo dibanjiri masyarakat dengan mengibarkan ribuan bendera Tauhid, pada Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid itu juga dilakukan pembakaran bendera PKI sebagai simbul perlawanan dan penolakan terhadap ideologi komunis di Indonesia.




Ribuan umat Islam dari berbagai elemen di Soloraya menggelar aksi parade Tauhid dalam rangka Semarak Maulid Nabi, Minggu (25/11/2018). Dalam aksinya mereka membawa seribu bendera Tauhid dan menggelorakan semangat aksi 212 di Jakarta pada Desember nanti.


Dalam pantauan, Minggu pagi WIB, mereka juga mewarnai aksinya dengan membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) berkuran 200x130 sentimeter di depan panggung. Massa berkumpul di Bundaran Gladak pukul 06.00 WIB.

Massa melakukan long march dari bundaran Gladak menuju Jalan Ronggowarsito-Jalan Kartini dan membelah aktivitas warga di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi dan berakhir ke Gladak untuk mengikuti tabligh pengajian akbar. Pengajian akbar tersebut disampaikan oleh sederet tokoh umat Islam Solo seperti Ustadz Mu’inuddinillah Al-Bashri, H Ahmad Rofi'i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas'ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

“Acara ini untuk mengekspresikan pembelaan kita terhadap kalimat Tauhid yang belum lama ini dilecehkan oleh pihak tertentu,” kata pengarah aksi, Abdurrochim Ba’asyir di sela aksi.

Menurut Abdurrochim, kalimat Tauhid adalah salah satu identitas Islam yang harus dibela pemeluknya. Karena itu, Ustad Iim sapaan akrabnya mengimbau seluruh umat Islam agar tidak salah memaknai bendera bertuliskan Kalimat Tauhid sebagai kejahatan. Bendera bertulis Laa Ilaaha Illallah (kalimat tauhid) adalah identitas kaum muslimin dan simbol persatuan Umat Islam di manapun. “Jangan sampai bendera ini dianggap sebagai kriminal,” kata dia.

Selain itu aksi ini sebagai pemanasan sebelum reuni 212 di Jakarta nanti. Dia juga menyebut bahwa aksi yang dilaksanakan tidak ada unsur muata politis. “Reuni 212 tidak ada muatan politik, itu murni acara umat islam yang harus kita dukung,” katanya.

Selain aksi tersebut, penyelenggara juga mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam di sejumlah daerah. Di antaranya Palu Dongala, dan Lombok.

Terkait dengan pembakaran bendera PKI, Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat M. Taufik mengatakan pembakaran bendera PKI sudah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Sesui isi UUD ‘45 semua simbol berbau PKI seperti bendera atau atribut lainnya harus dimusnahka dari negeri ini.

"Kita membakar bendera ini ingin memberikan pendidikan bagi warga kalau semua atribut PKI harus dimusnahkan. Jangan sampai salah membakar bendera bertuliskan [kalimat] tauhid," kata dia.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan kalau bendera bertuliskan tauhid tidak dilarang. Warga boleh saja membawa bendera tauhid tersebut dimanapun tanpa ada rasa takut. Taufik mengajak kepada umat Islam di Soloraya untuk bergerak ke Jakarta pada tanggal 2 Desember untuk bersama-sama mengikuti aksi bela kalimat tauhid.


Hari Ini DSKS Ajak Masyarakat Solo Dalam Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid


SOLO – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) akan menggelar Longmarch dan Tabligh Akbar di Bundaran Gladag Solo pada hari Ahad, 25 November 2018.
Endro Sudarsono selaku humas melelalui releasenya Sabtu, (24/11) menyebutkan, longmarch akan melewati rute Gladag, Bank Indonesia, SMPN 3 Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, dan Finish di Gladag lagi.
“Dalam longmarch ini panitia mengambil tema 1000 Mujahid, 1000 bendera Tauhid. Data yang masuk ke panitia sudah ada sekitar 1500 para pemuda pembawa bendera Merah Putih dan bendera Tauhid.” Ujarnya.
Di samping itu panitia juga berharap dalam acara ini menegaskan bahwa bendera Tauhid di Indonesia tidak dilarang, dan kalimat Tauhid harus dibela.
Sedangkan tema dalam Tabligh Akbar adalah Semarak Maulid Nabi dengan Kalimat Tauhid.
Rencana hadir dalam Tabligh Akbar: Dr. Muinnudinnillah Basri, MA, KH Ahmad Rofi’i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas’ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

Sumber : Panjimas
⇧
Top