ads

Slider[Style1]


ads

Berita

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

TPM Bantah Pernyataan Menhan Soal Kesetiaan Terhadap Pancasila


Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir harus mengakui ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Pancasila jika ingin bebas. Pernyataan Menhan tersebut dinilai berlebihan dan tidak berdasar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta SH yang mengatakan bahwa pernyataan Menhan tersebut asal bicara saja dan tidak mengerti duduk perkara yang sebenarnya.   Pernyataan Ryamizard itu dinilai gegabah dan asal bicara saja tanpa tahu apa yang terjadi.
“Jadi tidak benar itu kalau Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu tidak mau menandatangani pernyataan harus mengakui Pancasila dan UUD 45 jika mau dibebaskan. Tidak ada itu yang meminta ustadz, baik itu dari Yusril sebagai perwakilan Presiden ketika bertemu dengan ustadz,” tutur Mahendradatta kepada media di Gedung DPR RI Rabu, (23/1).
Lebih lanjut pengacara resmi Ustadz Ba’asyir itu juga menambahkan jika dari pihak pemerintah baik menteri atau para pembantu Presiden lainnya juga tidak ada yang meminta dan menyuruh ustadz untuk patuh dan taat dengan menandatangani pernyataan tertulis terhadap kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI.
“Justru ustadz itu begitu sangat mencintai negara ini dan patuh serta terhadap semua peraturan yang ada dengan cara menjalani hukuman yang dijatuhkan kepada beliau walau beliau sampai dengan saat ini tidak pernah mengakui perbuatannya karena beliau memang tidak melakukannya.
Yang benar itu menurut Mahendradatta adalah justru ustadz itu didatangi oleh Pengacara Presiden Jokowi yakni Yusril Ihza Mahendra yang datang kepada ustadz Ba’asyir membawa kabar kalau Presiden Jokowi akan membebaskan Ustadz Ba’asyir tanpa syarat karena pertimbangan kemanusiaan dan kesehatan ustad sendiri saat ini.
“Nah kalau itu adalah janji dari Presiden yang akan membebaskan tanpa syarat atau istilahnya un condisional rilis. Jadi kenapa sekarang ini ada para pembantunya presiden termasuk Menhan dan Menko Polhukam tiba-tiba sekarang ada syarat yang harus dipenuhi, ini kan yang aneh,” kata Mahendradatta tak habis pikir soal itu. 

Banjir di Sulsel Merenggut 26 Nyawa


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Syamsibar, mengatakan dampak bencana banjir dan tanah longsor di 10 kabupaten/kota di Sulsel telah memakan korban sebanyak 26 orang meninggal dunia.
“Sebanyak 26 korban meninggal berasal dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Gowa (12 orang), Jeneponto (10 orang) dan Maros sebanyak 4 orang. Jadi sampai saat ini data masuk yang kita rilis itu ada 26 orang korban,” ujarnya di Makassar Kamis (24/1/2019), seperti dilansir Antara.
Data yang dirilis BPBD Sulsel hingga 23 Januari pukul 23.10 WITA, menyatakan total korban terdampak bencana banjir sebanyak 3.914 kepala keluarga atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, 46 orang sakit dan korban yang mengungsi mencapai 3.321 jiwa.
“Korban terdampak bencana yang mengungsi di atas 3.000 dan alhamdulillah curah hujan sudah tidak seperti sebelumnya. Intensitas hujan sudah mulai menurun dan Bendungan Bili-bili elevasinya juga sudah turun dan berada dalam kondisi normal,” ungkap Syamsibar.
Ia menambahkan upaya pertolongan masih terus dilakukan, termasuk di daerah yang terjadi longsor. Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh berbagai unsur baik TNI, Polri, BPBD, Basarnas maupun Tagana.
“Untuk melakukan pencarian semua pihak dilibatkan, termasuk masyarakat, dan kami berkoordinasi dengan Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo dan berharap semua bisa dievakuasi. Saat ini masih dalam tahap pencarian.” 

Makassar dan 6 Kabupaten di Sulsel Dikepung Banjir


Hujan deras yang berlangsung sehari semalam disertai angin kencang menyebabkan kota Makassar dan 6 kabupaten di Sulawesi Selatan dilanda banjir besar.
Sebagian besar wilayah Makassar dan sekitarnya terendam banjir hingga setinggi kepala orang dewasa.
Sebuah jembatan dan sejumlah rumah warga terseret arus deras dari aliran Sungai Jeneberang, Selasa (22/1/2019).
“Ada sejumlah titik di wilayah Kota Makassar terendam air, dan sementara ini tim gabungan penanggulangan bencana sudah turun ke lokasi tersebut untuk memberikan bantuan sekaligus siap melakukan evakuasi terhadap warga korban terdampak,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Taufiek Rahman sebagaimana dilansir Antara, Selasa (22/1/2019), lansir Detik.com.
Ia menyebutkan, beberapa titik fokus perhatian sementara dari BPBD Makassar di antaranya kawasan pemukiman Kodam III Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Lokasi ini berbatasan dengan Kabupaten Maros yang berdekatan dengan anak sungai di wilayah itu.
Menurutnya, kondisi banjir di kawasan tersebut, terutama di Lorong Kotipa 16-14, volume genangan air sudah mencapai sekitar 1,3 – 1,5 meter atau setinggi leher orang dewasa.
Selain itu juga di Lorong Kotipa 08-13, ketinggian airnya sudah mencapai satu meter atau setinggi dada orang dewasa, sementara di Lorong Kotipa 6-7 ketinggian air mencapai 50-70 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.
Demikian pula beberapa wilayah di enam kapubaten di Sulsel, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru.
Selain air hujan yang cukup deras, air kiriman dari pegunungan Bawakaraeng yang mengalir di sungai-sungai enam kabupaten ini meluap.
Sebuah jembatan yang berdekatan dengan Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa ambruk terbawa derasnya arus Sungai Jenebarang yang airnya berasal dari pegunungan Bawakaraeng.
Sebuah rumah warga yang terbuat dari bahan kayu berada di tepi Sungai Jenebarang hanyut terbawa arus.
Belum ada laporan korban jiwa dalam musibah banjir yang menerjang kota Makassar dan enam kabupaten di Sulsel.
Namun, Jembatan Kembar yang menghubungkan Kota Makassar dengan kabupaten bagian selatan di Sulsel sempat ditutup karena arus sungai sangat deras.

Iim: Besok Insya Allah Ustadz Abubakar bisa ke Solo


Pendiri Ponpes Al-Mu’min Ngruki Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) jika tiada halangan bisa meninggalkan LP Gunung Sindur di Bogor, Jawa Barat, menuju kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, besok, Rabu (23/01/2019).
“Besok insya Allah Ustadz Abubakar Ba’asyir bisa perjalanan menuju Solo,” ujar putra Ustadz ABB, Abdul Rohim Ba’asyir alias Iim, Selasa (22/01/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, saat ditanya soal perkembangan proses rencana pembebasan Ustadz Abu.
Masih terkait proses tersebut, ia mengatakan, “Yang jelas memang kita sudah pada poin hari ini (Selasa) insya Allah penandatanganan administrasi.”
“Kemarin kan ketunda karena (ada acara) sertijab Kalapas di Gunung Sindur, jadi enggak bisa. Hari ini rencananya penandatanganan. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai,” tambahnya.
Iim berharap proses pembebasan ayahnya berlangsung tanpa hambatan.
“Doakan mudah-mudahan semuanya lancar,” pungkasnya.
Sebelumnya, Iim menjelaskan kondisi ayahnya saat menjalani pidana di LP Gunung Sindur, Bogor. Ulama yang dituakan di Solo itu, terang Iim, sudah sangat sepuh, tua, dan sakit. Bahkan penyakit ABB itu hampir dari seluruh bagian tubuhnya.
“Saya tahu betul masalah ini, mulai dari kaki hingga kepala. Kaki yang bengkak karena masalah urat vena, lutut terjadi pengapuran, pinggang yang setiap hari ABB keluhkan mengalami kram dari perut sampai pinggang, kepala yang pusing pada waktu-waktu tertentu,” ujar Iim dalam konferensi pers bersama Tim Pengacara Muslim di Jakarta Selatan, Senin (21/01/2019).

TPM: Sudah Seharusnya Ustadz ABB Dibebaskan, Jangan Dipolitisasi


Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta menegaskan bahwa rencana pembebasan Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) bukan hal yang luar biasa. Ia menilai rencana tersebut biasa-biasa saja.
TPM menegaskan bahwa memang sudah seharusnya Ustadz ABB dibebaskan.
“Bahwa perkara rencana –sekali lagi rencana– pelepasan Ustadz Abubakar Ba’asyir itu adalah masalah hukum yang biasa saja, yang sudah seharusnya diperolehnya. Kalau tidak ingin dibilang ada diskriminasi hukum. Ya biasa saja,” ujarnya dalam konferensi pers di The Law Office of Mahendradatta, Jl Raya Fatmawati 22 FG, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/01/2019).
Mahendradatta pun mengingatkan publik soal terpidana kasus penggelapan dana Bank Century, Robert Tantular.
Diketahui, pemilik Bank Century itu sudah dibebaskan melalui fasilitas pembebasan bersyarat. Bahkan Robert sudah melenggang keluar dari Lapas Cipinang sejak Juli 2018 lalu.
“Kita masih ingat tanggal 18 Desember atau 21 Desember beritanya… itu telah dibebaskan… terpidana Bank Century dalam hal ini Robert Tantular,” ujarnya didamping pengacara lainnya Achmad Michdan.
Jadi, tegas Mahendradatta, kalau digembar-gemborkan bahwa melepaskan Ustadz Abubakar sebagai kecintaan kepada ulama, “sebaliknya kami akan mengatakan pelepasan Robert Tantular sebagai kecintaan terhadap koruptor.”
Ia meminta agar rencana pembebasan Ustadz ABB tidak dipolitisasi, baik oleh pihak yang mendukung rencana pembebasan itu maupun pihak yang menolaknya.
“Jadi tidak perlu sampai begitu-begitu lah. Memang ini adalah tahun politik, tapi jangan semuanya dipolitisir,” tambahnya, sekali menegaskan bahwa rencana pelepasan Ustadz ABB tersebut biasa saja secara hukum.
Ia mengatakan, pelepasan terpidana Bank Century itu setelah mendapat remisi 77 bulan alias lebih dari 6 tahun remisinya, sebelum pelepasan bersyaratnya.
“Ustadz Abubakar Ba’asyir sayangnya tidak pernah mau perduli terhadap remisi. Jadi enggak tahu lah ‘saya dikasih remisi berapa saja terserah, enggak dikasih ya enggak apa-apa’. Beliau itu dikasih 36 bulan, tiga tahunan. Ya pastinya (berkelakukan baik) karena ustadz, enggak mungkin berantem atau hau-hau, apa narkoba dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Hingga saat ini katanya Ustadz ABB belum mendapatkan remisi tambahan. “Baru remisi biasa itu.”

Korban Tsunami Jadi 373 Meninggal, 1.459 Luka-Luka, 128 Hilang

"Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang."


Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran, evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban bencana tsunami di sepanjang daerah terdampak landaan tsunami di Selat Sunda.
Beberapa daerah yang sebelumnya sulit dijangkau karena akses jalan rusak dan tertutup oleh material hanyutan tsunami, sebagian sudah dapat jangkau petugas beserta kendaraan dan alat berat. Hal ini menyebabkan korban terus ditemukan oleh petugas tim SAR gabungan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Senin (24/12/2018) pukul 17.00 WIB, tercatat 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.
“Kerugian fisik akibat tsunami meliputi 681 unit rumah rusak, 69 unit hotel dan villa rusak, 420 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak,” sebutnya dalam siaran persnya, Senin sekitar pukul 20.24 WIB.
Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten; yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.
“Jumlah korban dan daerah yang terdampak paling parah kerusakannya adalah daerah pesisir di Kabupaten Pandenglang. Di daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan villa yang banyak berderet di sepanjang pantai.
Apalagi saat kejadian tsunami saat libur panjang sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi,” ungkapnya.
Dari jumlah keseluruhan korban bencana yaitu 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi terdapat di 5 kabupaten.
Di Kabupaten Pandeglang, 13 kecamatan terdampak terjangan tsunami. Daerah pantai di Kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung, Cibaliung, Cimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes, dan Pulau Sangiang.
Tercatat 267 orang meninggal dunia, 1.143 orang luka-luka, 38 orang hilang, 473 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, 84 mobil rusak, dan 49 sepeda motor rusak.
“Jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang. Berkurangnya pengungsi karena mereka kembali ke rumahnya. Kemarin mengungsi karena adanya isu tsunami susulan,” ujarnya.
Daerah di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang telah berhasil dijangkau petugas. Sebelumnya akses terbatas karena adanya kerusakan jalan dan jembatan. Petugas dan alat berat sudah beroperasi di Sumur. Tercatat 36 orang meninggal dunia dan 476 orang luka di Sumur. Evakuasi akan dilanjutkan besok pagi.
Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 29 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak. Posko Tanggap Darurat didirikan di Puskesmas Cinangka Jl. Raya Karang Bolong Km 139 Kabupaten Serang.
Di Provinsi Lampung, daerah terdampak tsunami ada di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Di Lampung Selatan daerah terdampak meliputi Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Ketibung. Tercatat 75 orang meninggal dunia, 253 orang luka-luka, 22 orang hilang di Kecamatan Rajabasa, 73 orang mengungsi dan 30 unit rumah rusak.
“Bupati Lampung Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari yaitu 23 – 29 Desember 2018,” sebut Sutopo.
Sedangkan di Pesawaran terdapat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi, dan 134 unit rumah rusak. Daerah terdampak di Pulau Legundi, Desa Legundi, Kecamatan Punduh Pedada. Sedangkan di Tanggamus tercatat 1 orang meninggal dunia, 4 rumah rusak berat, dan 70 perahu rusak berat.
“Penanganan darurat terus dilanjutkan dengan fokus pada evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka di tim medis, pelayanan pengungsi, perbaikan darurat sarana dan prasarana umum. Kondisi listrik sebagian masih padam. Sebanyak 125 unit gardu masih padam. Semula ada 150 unit gardu yang padam. Perbaikan yang dilakukan kemarin tidak optimal karena adanya isu tsunami susulan. Sebanyak 187 personel dan alat berat dikerahkan untuk memulihkan jaringan PLN yang rusak,” pungkasnya.*

Ratusan Orang Meninggal Korban Tsunami Selat Sunda


Tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam menimpa sejumlah daerah di sepanjang pesisir pantai Selat Sunda, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang (Banten), dan Lampung Selatan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa daerah yang paling terdampak parah adalah Pandeglang. Hingga Ahad (23/12/2018) siang total korban jiwa mencapai 168 orang dan akan terus bertambah.
Dengan rincian, 126 korban jiwa di Pandeglang, 9 orang di Serang, dan 33 di Lampung Selatan, berdasarkan informasi dari Sutopo diterima redaksi sekitar pukul 14.00 WIB. Bangunan rusak sebanyak 558 rumah, 9 hotel, dan 30-an kios.
Data-data tersebut terus ada pembaharuan. Dalam laporan Sutopo sebelumnya, data sementara pada pukul 11.00 WIB, sebanyak 62 orang meninggal dunia, luka-luka 584 orang, 20 orang hilang, 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat.
“Dan data ini akan terus bergerak naik, artinya data korban jiwa maupun kerusakan, ekonomi, akan bertambah mengingat belum semua wilayah dapat didata,”  ujar Sutopo 
Evakuasi korban tsunami di Selat Sunda terus dilakukan oleh tim gabungan. Alat berat dikerahkan untuk evakuasi.
“Daerah yang paling terdampak parah adalah Kabupaten Pandeglang yaitu kawasan wisata dan permukiman sepanjang pantai dari Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Panimbang, dan Carita,” sebutnya.
 Sutopo membantah adanya peringatan tsunami susulan dari BMKG yang sempat beredar.
“Tidak ada peringatan dini tsunami susulan dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG, BPBD. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri. Masyarakat mengungsi mendengar sirine,” ungkap Sutopo lewat akun Twitternya @Sutopo_PN.
Menurutnya, fenomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar. “Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian,” ungkapnya.*


 

Tandingi Reuni 212, Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal Tak Diminati Banyak Orang

Foto: Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal tak disambut pengunjung masjid.

Jakarta – Bersamaan dengan acara reuni 212 di Monas, Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) pada Ahad, (02/12) menggelar acara Kajian Islam Ahad.
Dalam kesempatan itu, Ketua BPPMI Laksma Purn. H Asep Saepudin dan ulama NU asal Yogyakarta Gus Muwafiq didaulat sebagai pembicara.
Menurut Asep Saepudin, umat Islam sudah seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Nabi Muhamad SAW mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati sesama manusia. Tidak hanya yang seiman saja, tapi juga non muslim sekalipun kita harus menjaganya,” tukas ketua BPPMI yang menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Alm. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.
Perwira tinggi Angkatan Laut itu menambahkan terkadang ada sisi manusia yang membuatnya lupa dengan kodratnya sebagai ciptaan Allah SWT. Kondisi itu lantas membawa kepada keangkuhan dan kesombongan, sehingga menganggap rendah orang lain yang tak sejalan dengannya.

Bapak Laksamana Pertama (Pur) KH. Asep Saepudin Ketua BPPMI yang belum lama dilantik oleh Menteri agama, menggantikan Alm. Bp. KH. Dr. M. Muzammil Basyuni.


“Kita harus selalu introspeksi diri, mengikuti budi pekerti yang diajarkan Rasul SAW. Berdakwah dengan santun kepada semua golongan, sehingga Islam Rahmatan Lil ‘alamin itu memang begitu nyata terasa,” jelasnya lagi.

Pada acara bertajuk Kajian Islam Ahad itu, juga disertai penampilan tim Hadrah Remaja Masjid Istiqlal, tim Salawat Majilis Ta’lim Kaum Ibu Masjid Istiqlal, serta Pembacaan Simtudduror oleh Imam dan Muadzin Masjid Istiqlal.

Di lokasi acara, hanya sekitar 40 orang yang mendengarkan kajian tersebut. Sisanya, lebih memilih beristirahat di sekitar area masjid.
Sebagian peserta reuni 212 menganggap acara Kajian Islam Ahad ini merupakan upaya acara tandingan terhadap reuni 212 di Monas. Maka dari itu, massa tak begitu antusias mengikuti ceramah yang disampaikan pembicara.

Salah satunya ialah Budi Setiawan, salah seorang pengunjung Masjid Istiqlal. Peserta reuni 212 dari Tangerang ini menduga acara ini dilakukan untuk menarik massa reuni 212 menjauh dari Monas.
“Biar orang-orang ketarik ke sini (Masjid Istiqlal, red). Jadi yang sana sepi,” katanya.

Hingga waktu salat zuhur tiba, penceramah kedua Gus Muwafiq belum juga muncul. Pembawa acara sempat mengatakan bahwa Gus Muwafiq akan berceramah pada pukul 13.00 WIB. Namun, hingga akhir acara, ulama NU dari Yogyakarta itu akhirnya batal tampil.

Reuni Akbar 212, 4 Juta Orang akan Hadir ke Monas


JAKARTA – Ketua pelaksana acara Reuni Akbar Mujahid 212 ustaz Muhammad Al Khaththat mengatakan, empat juta orang sudah siap berkumpul di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti.

Menurut ustaz Khaththat, jumlah itu berdasarkan data yang diinformasikan oleh berbagai komunitas dan ormas Islam.

“Empat juta itu komitmen dari berbagai komunitas yang akan hadir,” kata ustaz Khaththat kepada wartawan di aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Rabu (28/11) sore.

Sekretaris Jenderal GNPF Ulama itu juga meminta masyarakat Indonesia tidak perlu takut terhadap ancaman-ancaman pihak lain yang tujuannya agar rakyat tidak hadir di acara Reuni Akbar Mujahid 212.

“Sebab, kita niatkan secara ikhlas untuk berkumpul di Monas adalah untuk memperingati kebersatuan dan bersyukur kepada Allah, karena pada 212 itu adalah nikmat Allah yang terbesar yang allah karuniakan kepada umat Islam,” ungkap ustaz Khaththat.

Nikmat Allah tersebut, kata ustaz Khaththat, hingga saat ini masih terus dirasakan dan bahkan berdampak hingga ke wilayah perkampungan.

“Kalau kita lihat masjid-masjid, musholla di perumahan, perkampungan, maupun stasiun dan sebagainya, baik jamaah sholat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya jumlahnya berlipat-lipat, itu yang kita syukuri. Belum pernah terjadi sebelumnya,” pungkas ustaz Khaththat.

Seperti diketahui, Persaudaraan Alumni 212 akan kembali menggelar reuni alumni 212 di Monumen Nasional (Monas), pada 2 Desember 2018 nanti.

Tahun ini, panitia penyelenggara mengubah nama yang sebelumnya Reuni Alumni 212 menjadi Reuni Akbar Mujahid 212.

Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 ustaz Bernard Abdul Jabbar menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan permintaan Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, ustaz Bernard Abdul Jabbar juga menyebutkan bahwa Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar di Monas, pada 2 Desember 2018 nanti akan mengusung tema “Dengan Tauhid Menuju Kejayaan NKRI”. 

Ustadz Slamet Ma’arif: Reuni Akbar 212, Semua Rangkaian Acara Akan Dilangsungkan di Monas


JAKARTA – Beredarnya sebuah informasi di sosial media yang mengatakan jika Masjid Istiqlal akan dijadikan salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Acara Reuni 212 yang akan diselenggarakan pada beberapa hari ke depan nanti. Tepatnya pada hari Ahad, 2 Desember 2018 nanti.

Namun hal itu dibantah informasinya oleh Ketua Umum Presidium Alumni 212, ketika Ustadz Slamet Ma’arif dihubungi untuk mengetahui kebenaran informasi yang sudah terlanjur beredar di sosial media tersebut.

“Bahwa semua rangkaian acara Reuni Akbar Mujahid 212 tetap akan dilaksanakan dan dilangsungkan di Monas, bukan dimana mana atau ditempat yang lain,” ujar Slamet Ma’arif (28/11).

Masih menurut Ustadz Slamet, adapun salah satu rangkaian acara pada kegiatan Reuni 212 tahun ini adalah pelaksanaan Sholat Tahajud di Monas, Sholat Subuh Berjamaah, Dzikir dan Tahlil, Doa Istighosah dan sambutan para tokoh-tokoh agama dan tausiah dari para Ustadz, Kyai & Habaib.

“Sekalian kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin semuanya dimanapun berada. Ayo siapkan diri anda, ajak seluruh keluarga dan tetangga serta jamaah. Bawa juga alas sholat dan infaq terbaik untuk perjuangan. Jaga ketertiban dan kebersihan serta taat pada komando,” pungkas Ustd Slamet Ma’arif. 

Kantongi Izin, Satu Juta Bendera Tauhid Akan Berkibar di Reuni 212


Jakarta - Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian telah sepakat menyetujui penyelenggaraan reuni akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat. Acara ini akan dilakukan pada Minggu (2/12) mendatang.

Juru Bicara Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan bahwa permintaan izin untuk menggelar acara telah dikantonginya. Sehingga, pihaknya kini akan lebih fokus kepada teknis dari acara bersejarah tersebut.

"Insya Allooh ada parade bendera tauhid nanti, ada 1 juta bendera tauhid warna warni akan kami kibarkan," tutur Novel saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Novel menyatakan bahwa massa yang akan menghadiri acara tersebut diharapkan dapat membawa bendera berlafaz kalimat Tauhid. Walaupun sukarela, diharapkan warga dapat mengibarkan sejuta bendera dengan sukses.

"Kami akan mengimbau kepada masyarakat secara rela membuat bendera sebanyak-banyaknya. Bendera raksasa kalimat tauhid juga kami kibarkan dan kami akan juga membuat rentetan bendera terpanjang," terang Novel.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro menyatakan, bahwa Pemprov DKI tidak masalah penyelenggaraan akan di Monas. Namun jika pada waktu tersebut tidak ada jadwal kegiatan.

"Kemarin sudah rapat tim. Monas prinsipnya kalau tanggal kosong (acara), bisa digunakan," kata Asiantoro saat dikonfirmasi, Senin (26/11).

Bedah Buku "Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir


Jakarta - Ahad 25 November 2018 dilaksanakan Bedah Buku berjudul Pemikiran Politik Abu Bakar Ba'asyir di Masjid Al-Istiqomah PTDII Tanjung Priok, yang di tulis oleh Indra Martian, MA yang merupakan hasil Tesis S-2 nya. Dan di bukukan lalu disederhanakan judulnya. 

Dan tulisan ini pernah di presentasikan di University Kebangsaan Malaysia beberapa bulan lalu dan alhamdulilaah mendapat applaused dr Professor ahli di bidang pemikiran Islam di Malaysia.


Dalam bedah buku ini juga hadir sebagai Narasumber Tokoh Nasional Bang Eggi Sudjana yang juga sebagai pengacara Habib Riziq Shihab.

Tak ada yg salah dari Pemikiran Abu Bakar Ba'asyir, beliau bukan Politikus, beliau tidak ada keinginan menguasai negeri, hanya saja satu "kesalahan" beliau. Hanya ingin hidup sesuai Al-Qur'an dan As-Sunnah, ingin hidup di bawah syariat Islam, dan beliau istiqomah dengan itu.




Dakwah beliau yang terdengar lemah lembut, bahkan yang suka dengan ceramah menggebu-gebu akan terdengar membosankan. karerna ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah tipikal yg kalem, tenang dan lemah lembut. Namun mengapa beliau di fitnah Teroris???
Ternyata jawabannya hanya satu, beliau ingin menegakkan syariat Islam di negeri ini. Beliau ingin mengajak orang-orang kembali kepada Islam Rahmatan Lil 'Aalamiin. Beliau ingin menyelamatkan negeri namun di tuduh teroris. Bahkan beliau mendukung umat utk memilih pemimpin yg siap dan berani menegakkan syariat Islam di negeri ini. 

UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2


Bagi Yg mau hadir 212
Acara di Monas di mulai jam 3 dinihari.. di harapkan para alumni 212  jangan ke istiglal ya langsung ke Monas ... di istiglal sana Jokowi mengadakan maulid di hari yang sama ... demi untuk meraih massa 212 ... dan akan mengklaim bahwa dia di dukung 212


Shubuh berjamaah di atas bumi Allooh dan ber atapkan langit Allah di lapangan Monas in Syaa Allooh di Ijabah do'a do'a nya
Jamaah yg naik commuter line jgn turun di stasiun juanda tp turun di sta gondangdia biar tdk digiring petugas ke arah masjid istiqlal
Tolong viralkan..!!


https://youtu.be/f42GDHDJbIs


UNDANGAN REUNI AKBAR 212 ke 2

Oleh Habib Hanif AlAttas
Ketua Front Santri Indonesia

Ribuan Ummat Islam Solo Ramaikan Parade Tauhid


Hari ini kota Solo dibanjiri masyarakat dengan mengibarkan ribuan bendera Tauhid, pada Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid itu juga dilakukan pembakaran bendera PKI sebagai simbul perlawanan dan penolakan terhadap ideologi komunis di Indonesia.




Ribuan umat Islam dari berbagai elemen di Soloraya menggelar aksi parade Tauhid dalam rangka Semarak Maulid Nabi, Minggu (25/11/2018). Dalam aksinya mereka membawa seribu bendera Tauhid dan menggelorakan semangat aksi 212 di Jakarta pada Desember nanti.


Dalam pantauan, Minggu pagi WIB, mereka juga mewarnai aksinya dengan membakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) berkuran 200x130 sentimeter di depan panggung. Massa berkumpul di Bundaran Gladak pukul 06.00 WIB.

Massa melakukan long march dari bundaran Gladak menuju Jalan Ronggowarsito-Jalan Kartini dan membelah aktivitas warga di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi dan berakhir ke Gladak untuk mengikuti tabligh pengajian akbar. Pengajian akbar tersebut disampaikan oleh sederet tokoh umat Islam Solo seperti Ustadz Mu’inuddinillah Al-Bashri, H Ahmad Rofi'i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas'ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

“Acara ini untuk mengekspresikan pembelaan kita terhadap kalimat Tauhid yang belum lama ini dilecehkan oleh pihak tertentu,” kata pengarah aksi, Abdurrochim Ba’asyir di sela aksi.

Menurut Abdurrochim, kalimat Tauhid adalah salah satu identitas Islam yang harus dibela pemeluknya. Karena itu, Ustad Iim sapaan akrabnya mengimbau seluruh umat Islam agar tidak salah memaknai bendera bertuliskan Kalimat Tauhid sebagai kejahatan. Bendera bertulis Laa Ilaaha Illallah (kalimat tauhid) adalah identitas kaum muslimin dan simbol persatuan Umat Islam di manapun. “Jangan sampai bendera ini dianggap sebagai kriminal,” kata dia.

Selain itu aksi ini sebagai pemanasan sebelum reuni 212 di Jakarta nanti. Dia juga menyebut bahwa aksi yang dilaksanakan tidak ada unsur muata politis. “Reuni 212 tidak ada muatan politik, itu murni acara umat islam yang harus kita dukung,” katanya.

Selain aksi tersebut, penyelenggara juga mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana alam di sejumlah daerah. Di antaranya Palu Dongala, dan Lombok.

Terkait dengan pembakaran bendera PKI, Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat M. Taufik mengatakan pembakaran bendera PKI sudah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Sesui isi UUD ‘45 semua simbol berbau PKI seperti bendera atau atribut lainnya harus dimusnahka dari negeri ini.

"Kita membakar bendera ini ingin memberikan pendidikan bagi warga kalau semua atribut PKI harus dimusnahkan. Jangan sampai salah membakar bendera bertuliskan [kalimat] tauhid," kata dia.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan kalau bendera bertuliskan tauhid tidak dilarang. Warga boleh saja membawa bendera tauhid tersebut dimanapun tanpa ada rasa takut. Taufik mengajak kepada umat Islam di Soloraya untuk bergerak ke Jakarta pada tanggal 2 Desember untuk bersama-sama mengikuti aksi bela kalimat tauhid.


Hari Ini DSKS Ajak Masyarakat Solo Dalam Aksi Bela 1000 Mujahid 1000 Bendera Tauhid


SOLO – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) akan menggelar Longmarch dan Tabligh Akbar di Bundaran Gladag Solo pada hari Ahad, 25 November 2018.
Endro Sudarsono selaku humas melelalui releasenya Sabtu, (24/11) menyebutkan, longmarch akan melewati rute Gladag, Bank Indonesia, SMPN 3 Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, dan Finish di Gladag lagi.
“Dalam longmarch ini panitia mengambil tema 1000 Mujahid, 1000 bendera Tauhid. Data yang masuk ke panitia sudah ada sekitar 1500 para pemuda pembawa bendera Merah Putih dan bendera Tauhid.” Ujarnya.
Di samping itu panitia juga berharap dalam acara ini menegaskan bahwa bendera Tauhid di Indonesia tidak dilarang, dan kalimat Tauhid harus dibela.
Sedangkan tema dalam Tabligh Akbar adalah Semarak Maulid Nabi dengan Kalimat Tauhid.
Rencana hadir dalam Tabligh Akbar: Dr. Muinnudinnillah Basri, MA, KH Ahmad Rofi’i, KH. Umar Said, Ust. Irfan S Awwas, Ust. Tengku Azhar, Ust. Mas’ud Izzul Mujahid, Ust. Faiz Baraja.

Sumber : Panjimas

Habib Rizieq Sekeluarga Silaturrahmi Dengan Warga Indonesia Mekkah Di Jabal Rahmah


Sabtu, 24 November 2018



Jakarta - Alhamdulillah, sungguh senang hati ini melihat kegembiraan Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Shihab beserta seluruh keluarganya di Tanah Suci Makkah Almukarromah, Saudi Arabia.


Pada hari Jum'at (23 November 2018), Habib Rizieq Shihab sekeluarga mengadakan silaturrahim dengan Warga Indonesia Mekkah di Jabal Rahmah.


Disana Habib Rizieq memberikan tausiyah dan kemudian berdiskusi dengan para Jama'ah yang hadir dalam suasana yang hangat, akrab dan penuh kegembiraan.

Setelah itu semuanya makan malam bersama, sementara anak-anak asyik bermain.



Di akhir pertemuan Habib Rizieq dan semua yang hadir dengan kompak menyerukan "2019 Ganti Presiden".

Semoga Allah SWT selalu memberkahi Habib Rizieq Shihab sekeluarga, dan melindungi mereka semua dari segala fitnah dan niat jahat musuh-musuh Islam.


Sumber: Faktakini.com

Laporan: Erdogan Tidak Akan Bertemu Putra Mahkota Saudi di Selama KTT G20 di Argentia


ANKARA, TURKI (voa-islam.com) - Saluran berita Turki Haber mengutip Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hari Kamis (22/11/2018) bahwa dia tidak akan bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman selama kunjungan ke Argentina untuk KTT G20.

KTT G20 akan dimulai di Argentina pada 30 November dan akan berlanjut hingga 1 Desember.

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bisa bertemu dengan Pangeran Mahkota Saudi di sela-sela KTT.

Pada hari Rabu, Rusia mengumumkan bahwa Presiden Vladimir Putin mungkin juga bertemu dengan MBS pada periode yang sama.

Ini terjadi pada saat Arab Saudi menghadapi krisis besar setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulatnya di Istanbul di tangan pejabat keamanan yang memiliki hubungan dekat dengan putra mahkota.

Jum'at lalu, Washington Post melaporkan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa Mohammed Bin Salman secara pribadi memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tuduhan yang disangkal oleh kerajaan. (st/MeMo)

Sumber: Voa Islam

Jonru Bebas, Netizen Muslim Kangen Tulisan-Tulisannya


Jakarta - Aktivis Medsos Muslim Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru bebas bersyarat, Jumat (23/11/2018). Jonru sebelumnya divonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam kasus ujaran kebencian.
"Betul (bebas bersyarat). Tadi beliau bebas sekitar bakda asyar atau pukul 15.00 WIB dari LP Cipinang," ujar Kuasa Hukum Jonru, Djuju Purwanto, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat.


Djuju mengatakan, Jonru telah menjalani masa hukumannya selama 14 bulan. Artinya, kata dia, Jonru telah menjalani sekitar 2/3 masa hukumannya dan berhak bebas bersyarat.


"Sehingga dengan demikian yang bersangkutan punya hak berdasarkan KUHAP untuk mengajukan pembebasan bersyarat," kata Djuju.



"Kami mengajukan (permohonan pembebasan bersyarat) sekitar 1 bulan yang lalu dan alhamdullilah dalam sebulan terakhir kami proses dan diterima," ujar dia.



Jonru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017) oleh seorabg pendukung berat Ahok - Djarot yang bernama Muannas Al Aidid.


Menurut pendapat Muannas, unggahan Jonru di media sosial kerap mengandung ujaran kebencian dan berbahaya karena jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa.



Jonru kemudian divonis 1 tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (3/2/2018).



Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.



Sumber: Kompas

Setelah Lia Eden, Sekte di Bogor ini Mengaku Tuhan


Bogor - Lagi-lagi sekte sesat mengaku Tuhan hadir di Sentul, Bogor. Setelah Lia Eden yang tak kapok-kapok menjadi tuhan dan utusan jibril, kini sekte Bukkyo juga mengaku Tuhan, bahkan utusannya bertemu Tuhan.
Setelah ditelusuri, Kementerian Agama (Kemenag) belum memiliki catatan terkait aliran Shinsei Bukkyo. Dalam catatan Direktorat Jenderal Bimas Budha Kemenag hanya ada 27 aliran dalam agama Budha yang resmi terdaftar.
Demikian disampaikan Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Budha pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Agama Budha, Supriyadi kepada media, Selasa (9/10) di Jakarta.
“Untuk Shinsei Bukkyo, saya tidak tahu aliran dari mana. Karena tdak ada dalam catatan kami. Tidak ada lembaga yang mengembangkan aliran Shinsei Bukkyo,” katanya.
Dia menduga aliran Shinsei Bukkyo ini berasal dari Jepang. Namun, katanya, aliran Agama Budha yang berasal dari Jepang dan terdaftar di Kemenag adalah Nichiren-Shu dan Nichiren Shosu.
”Apakah aliran Shinsei Bukkyo bagian dari aliran Agama Budha, saya tidak tahu. Yang dipuja apa, ” tanyanya.
Supriyadi menegaskan, pihak Kemenag tidak bisa melakukan pengawasan terhadap aliran Shinsei Bukkyo, karena tidak memiliki data terkait aliran itu. Sampai sekarang, kata dia, ada 27 aliran Agama Budha yang terdaftar dan mendapat pengawasan dari Kemenag.
Maka, dia menyarankan lembaga yang mengembangkan Shinsei Bukkyo untuk segera melaporkan aktivitas dan ajarannya pada Kementerian Agama,  Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Dalam Negeri. 
Supriyadi pun mengaku tidak mengetahui ihwal adanya pelarangan ibadah aliran Shinsei Bukkyo. “Saya belum dapat informasi detail soal pelarangan ibadah aliran Shinsei Bukkyo,” jelasnya. (is/ad/berita1) 

Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung



Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax. 

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu. 

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah. 

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan. 

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar di masyarakat terkait gempa Donggala-Palu, Sulawesi Tengah.

Salah satu informasi yang disebut Kominfo hoaks dalam siaran pers itu adalah tentang aksi gerak cepat relawan FPI yang mengevakuasi korban gempa Palu. 

Dalam siaran pers itu Kominfo menyertakan sebuah foto yang disebut hoaks.

Kominfo menemukan fakta jika foto yang beredar adalah foto saat relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat, bukan di Palu. 

Siaran pers Kominfo tersebut akhirnya mendapatkan protes keras masyarakat, termasuk dari pihak FPI.

Akun Twitter Kominfo diserbu oleh para pendukung FPI yang menyatakan relawannya benar-benar ikut membantu para korban gempa Palu di lokasi terdampak.

Alhasil, terjadi kesalahpahaman dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara dan menjelaskan jika yang disebut hoaks oleh Kominfo dalam siaran pers itu adalah foto yang beredar, bukan tentang aksi gerak cepat FPI.

"Setahu saya tadi malam saya baca semuanya yang dikatakan tidak benar itu adalah foto. Foto itu kan disebutkan itu foto di Palu, foto itu waktu kejadian di Sukabumi tahun 2015, jadi (hoaksnya) terhadap itu (fotonya), bukan terhadap aktivitasnya," ucap Rudiantara, saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/10).

Lebih lanjut, Kominfo tidak mempermasalahkan kegiatan yang dilakukan oleh FPI dalam membantu korban bencana, khususnya dalam pemulihan di daerah Donggala dan Palu yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu.

"Kalau aktivitasnya sih kita semua komponen bangsa dari mana pun itu dukung pemulihan di Sulawesi Tengah di Palu, Donggala, Sigi dan sebagainya kalau itu kita dukung tapi kalau fotonya yang tidak," ungkapnya.

Foto:  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara

Sumber: kumparan
⇧
Top